‘The Raid Redemption’ Review

Jujur, aku adalah salah satu orang yang anti nonton film indonesia. satu karena ga akan lama sebelum di putar di tv nasional, dua karena aku sudah pesimis tentang kualitas film nasional. Ga banyak film indonesia yang aku tonton di bioskop, diantaranya yg aku bersedia ngeluarin duit buat film indonesia adalah Laskar Pelangi beserta sequelnya, Tanda Tanya dari Hanung Bramantyo, sudah. Dan sejak dengan buzz tentang The Raid, film itu langsung masuk daftar film yg harus aku tonton di bioskop.

 

Hasilnya kemaren aku sudah selesai ngidam nonton film yang sukses di Sundance film festival ini. Apa bener film ini beneran bagus seperti para kritukus luar negeri bilang? kalo ditanya seperti itu jawabku singkat, “Bener”. The Raid Redemption atau disebut aja The Raid nyajikan film full-action di hampir 80% durasinya.

Satu hal yang biasanya terjadi kalo ada satu segmen film yang segitu gede adalah kebosanan, contohnya Transformer 3, walaupun dengan efek 3D jutaan dollar seperti itu aku sempet ngerasa ngaktuk, karena adegan robot-robotan nya kelamaan. The Raid berusaha biar hal itu ga terjadi dan mereka berhasil. Setelah adegan fighting disambung adegan fighting lain, kesan intense ga pernah lepas dan penonton ga bosan.

Choreography dari film ini luar biasa, keren dan lepas dari paradigma film aksi Hollywood. Sang sutradara, Gareth Evans, berhasil menggunakan resource di Indonesia dan mengemas kedalam cerita aksi apik yang mendapat sanjungan di mata international. Film ini kadang ngingetin aku ama Mission Impossible : Ghost Protocol, persamaannya adalah penonton diberi jeda waktu singkat untuk bernafas sebelum aksi berikutnya dimainkan di layar, lepas satu aksi muncul aksi yang lain, fast-paced.

Hal yang menurutku kurang di film ini adalah pendalaman karakter. Sampai filmnya kelar aku bahkan ga bisa inget nama karakter utamanya atau beberapa karakter yang porsinya lumayan besar. Juga untuk masalah dialog, banyak dialog dari hampir semua pemain itu ga jelas, aku malah berharap bisa muncul subtitle inggrisnya. Selain hal itu semuanya perfecto. Aku ga sabar pengen nonton sequelnya.

PS : Mad Dog luar biasa!!!

Venom Score : 9/10 

Awesome : 

  • Koreografi-nya Top-notch
  • Ceritanya keren, banyak twist
  • Sajian keluar dari mainstream film action biasanya

Ugly :

  • Dialog pemain banyak yang ga jelas
  • Pendalaman karakter yang kurang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s